Kamis, 26 Februari 2015

pohon

pembelajaran diri dari pohon
semakin tinggi,semakin lentur rangka menahan beban
semakin besar,semakin kuat pondasi tertanam
semakin rimbun kanopi,semakin banyak kehidupan di dasar yang terhidupi

banyak inang yang menghinggapi
tak terlalu berpengaruh terhadap pertumbuhan
angin yang berhembus
gemulai mengayun mengikuti irama

tumbuh selalu menghadap ke cahaya
ditepian jurang dan dijurang terdalam sekalipun
tumbuh selalu menghadap kecahaya
sumber kehidupan yang selalu memberi

ahhh,terimakasih pohon untuk pelajaran ini
kuat raga menanti beban
takkan ada uji emelbihi diri
semua memang dipersiapkan,terkadang diri terlalu angkuh berdiri

terimakasih pohon
atas pelajaran dan pengingat yang kau beri

selamat mendaki mimpi

selamat beristirahat dimalam yang menenangkan
ucapkan syukur atas pendakian kehidupan dengan aktivitas
tidurlah dengan lelap di kaki gunung mimpi
puncak lapas alhamdullilah ucapkan lah atas harimu

nyenyaklah dan bangunlah dengan fresh di esok hari
tenangkan pikirmu,istirahatkan
jangan biarkan pikir menganggu lelapnya tidurmu
biarkan semua kembali ke titik nol di imaji mu

rileks lah,nikamti setiap lekuk kehidupan yang diberi
basuhlah diri dengan syukur yang selalu menyelimuti
berbaringlah dengan santai
dan ucaplah syukur dan syukuri lagi hari ini

selamat mendaki mimpi
ucap lapas mengiringi tidur lelap mu
bertemu di puncak kenyataan disuatu hari kelak
harap diri

selamat mendaki mimpi
selamat beristirahat dan nyeyak sehingga fresh besok hari


bukan..bukan itu

sendiri bukan ku penyendiri
hanya tenang dan ingin mencurahkan apa yang kurasakan
bukan ku tak nyaman dengan kalian,bukan
hanya terkadang aku muak dengan cerita bodoh yang berulang

menjauh,tidak aku tidak seperti itu
bukan kah kita setiap hari berinteraksi?
hanya kegilaan kita dulu nampak berbeda dengan yang ku rasakan
bukan kah aku tak pernah memaksakan perubahan ku terhadap kalian?ku harap sebaliknya

berbedakah dunia kita sekarang kawan
gelap yang bergemerlap tak lagi cocok dengan ku
gelap yang menenangkan itu yang ku cari
bukan gelap yang menyilaukan setiap yang terlihat

sering dan terlalu sering kita bahas ini kawan
gemerlap itu hanya muslihat
ketika terang menghampiri bukan kah silau yang kau dapatkan?
aku hanya mempersiapkan diri menghadapi silau dengan pribadi

kawan,jalan kita sudah jalan yang kita pilih
bukan lagi jalan yang di arahkan
setiap langkah ada pertanggung jawaban
setiap tutur pasti dipertanyakan

maaf kawan,kita sudah pasti berkawan
bukan ku tak ingin mengikuti dunia mu
bukan kah dulu aku akrab juga dengan dunia itu
sekarang aku hanya merasa itu terlalu memuakan

bukan,bukan ku suci kawan
gemerlap itu sudah terlalu bodoh
gelap itu menenangkan kawan menurutku
terlalu bodoh jika kita merusaknya dengan gemerlap palsu yang fana itu

kembail

menjamah perlahan urutan keyboard merangkai kata
memulai lagi kehidupan dalam kotak yang menyenangkan imaji tak tebatas
keluhan yang tak terbalas
ocehan yang tak terbatas

menyelam kedalam imaji yang begitu damai
hembusan napas yang teratur
pikir yang tertuang tanpa perlu jaga hati
dirangkai kedalam tulisan imajiner tentang apa saja

setiap manusia punya kotak imaji
cara?bentuk?siapa yang tau satu dengan yang lainnya
kedamaian yang mendamaikan
dunia bentukan pikir yang sempurna

kotak imaji
aku kembali

ide

ide
memulai
jalankan
tetap berjalan

ide
tetap menjadi ide
pikirkan
tak ada pergerakan

ide
pikirkan
jalankan
kembangkan

ide
jalankan
pikirkan
akankan masih berjalan?

dan kembali
ke ide