aku titik
kau penuh tanda seru
pengegasan
sebuah akhiran
aku titik
juang peluh hadirkan senyuman
kau tanya
penuh kekaguman
aku titik
di tempa cacian dan ejek akan sebuah kasta
tapi pejuang
perlu sebuah pembuktian
aku berubah jadi koma
penjeda yang kan membuktikan
2 kalimat berisi kata bisa di sambungkan dan di sinkronkan
dan ku hadirkan titik yang kan jadi penutup sebuah cerita
Sabtu, 28 Juni 2014
Selasa, 24 Juni 2014
lagi tentang gunung
sebetulnya rindu tapi ya memang rindu
malu bukan pilihan untuk mengungkapkannya
hanya keadaan yang belum memungingkan untuk menuntaskannya
kewajiban dan tanggung jawab di atas namakan sebagai pembelaan
kabut, ketinggian dan puncak sebagai bonus dari sebuah perjalanan
bukan puncak tertinggi yang ku harapkan
bukan sebuah penaklukan atas sebuah perjalanan
bukan gengsi tentang berapa puncak yang telah di tapaki
hanya sebuah perjalan dengan saudara,bercangkir cangkir kopi dan hati yang menjadi tenang karena alamnya
Aku rindu persaudaraan di atas MDPL
riuh napas yang tersengal oleh tanjakan
sakit ujung kaki yang mengerem karena turunan
kepala yang tertunduk oleh sebuah keagungan
bahu yang terasa pegal oleh logistik yang di persiapkan
Aku rindu perjalanan itu saudaraku
merengkuh subuh dengan persiapan menuju puncak tertinggi
menyiapkan logistik,membuat api,membangun shelter,
tak perlu koordinasi,karena semua tau apa yang harus dilakukan sesuai dengan kapasitas diri
istirahat dengan kehangatan,secangkir kopi penggirirng cerita,dan tertawa menikmati kebodohan
kapan kita melakukan perjalanan hati lagi saudara ku?
dengan orang sama,tempat yang sama,dan pasti dengan perjalanan yang berbeda
malu bukan pilihan untuk mengungkapkannya
hanya keadaan yang belum memungingkan untuk menuntaskannya
kewajiban dan tanggung jawab di atas namakan sebagai pembelaan
kabut, ketinggian dan puncak sebagai bonus dari sebuah perjalanan
bukan puncak tertinggi yang ku harapkan
bukan sebuah penaklukan atas sebuah perjalanan
bukan gengsi tentang berapa puncak yang telah di tapaki
hanya sebuah perjalan dengan saudara,bercangkir cangkir kopi dan hati yang menjadi tenang karena alamnya
Aku rindu persaudaraan di atas MDPL
riuh napas yang tersengal oleh tanjakan
sakit ujung kaki yang mengerem karena turunan
kepala yang tertunduk oleh sebuah keagungan
bahu yang terasa pegal oleh logistik yang di persiapkan
Aku rindu perjalanan itu saudaraku
merengkuh subuh dengan persiapan menuju puncak tertinggi
menyiapkan logistik,membuat api,membangun shelter,
tak perlu koordinasi,karena semua tau apa yang harus dilakukan sesuai dengan kapasitas diri
istirahat dengan kehangatan,secangkir kopi penggirirng cerita,dan tertawa menikmati kebodohan
kapan kita melakukan perjalanan hati lagi saudara ku?
dengan orang sama,tempat yang sama,dan pasti dengan perjalanan yang berbeda
Langganan:
Komentar (Atom)