sebetulnya rindu tapi ya memang rindu
malu bukan pilihan untuk mengungkapkannya
hanya keadaan yang belum memungingkan untuk menuntaskannya
kewajiban dan tanggung jawab di atas namakan sebagai pembelaan
kabut, ketinggian dan puncak sebagai bonus dari sebuah perjalanan
bukan puncak tertinggi yang ku harapkan
bukan sebuah penaklukan atas sebuah perjalanan
bukan gengsi tentang berapa puncak yang telah di tapaki
hanya sebuah perjalan dengan saudara,bercangkir cangkir kopi dan hati yang menjadi tenang karena alamnya
Aku rindu persaudaraan di atas MDPL
riuh napas yang tersengal oleh tanjakan
sakit ujung kaki yang mengerem karena turunan
kepala yang tertunduk oleh sebuah keagungan
bahu yang terasa pegal oleh logistik yang di persiapkan
Aku rindu perjalanan itu saudaraku
merengkuh subuh dengan persiapan menuju puncak tertinggi
menyiapkan logistik,membuat api,membangun shelter,
tak perlu koordinasi,karena semua tau apa yang harus dilakukan sesuai dengan kapasitas diri
istirahat dengan kehangatan,secangkir kopi penggirirng cerita,dan tertawa menikmati kebodohan
kapan kita melakukan perjalanan hati lagi saudara ku?
dengan orang sama,tempat yang sama,dan pasti dengan perjalanan yang berbeda
Tidak ada komentar:
Posting Komentar