Jumat, 24 Juli 2015

negara tapi

Di sini di indonesia ini
Semua peraturan begitu lengkapnya tapi.....
Di sini hukumnya begitu lengkap tapi.....
Di sini pemerintah yg sukanya merintah itu diisi oleh orang orang pilihan tapi.....

Ini negara tapi.....
Tapi begitu akrab di telinga masyarakatnya
Coba jadi kata favorit yang hanya jadi harapan
Percuma kata yang begitu senang di ucapkan

Ini negara tapi
Tidak ada keputusan yang tak pakai tapi
Semua keputusan mutlak tapiiiiiii
Dan inilah indonesiaku negara yang penuh dengan tapi

Senin, 06 Juli 2015

silahkan..

Tulisan..catatan..
Materi..isi..
Deskripsikan..penjelasan..
Akhir..tujuan..

Proses berkata ikutilah..
Tahapan..nikmati..
Meloncat jika pondasi daratan dan tumpuan kuat..
Jangan pernah menginjak..

Acak...tema...
Pilahlah..temukan..
Apa yg jadi motivasi mu.?
Jgan sekedar kebutuhan untuk hidup..

Catatan..tulisan..
Isi..materi..
Deskripsi..jelaskan..
Tujuan..akhir..

Senyum sujud dalam hati..

mengamati

Larutkan pikir dalam pengamatan..
Mengamati..tanpa bersosialisasi..
Bukan apatis..
Hanya mengamati..melihat interaksi..

Yg penuh menjawab pendek dengan isi..
Jelas dan fakta..
Yg kosong melebar dan melempar..
Banyak kiasan dan prasangka..

Yg senang tertawa lepas..
Tak perduli dan menikmati..
Yg palsu tertawa kusam..
Topeng diri selimuti keadaan..

Diskusi..

Yg tenang lebih menang..
Melihat dan mengajukan argument dengan pikiran..
Yg gusar terlihat kalah..
Menerkam dan berkelit dengan emosi..

Beda..perbedaan..
Pengendalian diri..kendalikan emosi..
Lunak bukan berarti lemah..
Keras bukan berarti kuat..
Interaksi..mental diri..

Terimakasih malam dan masih mengamati..

cukup senyum mu

Berdamai dengan diri..
Tenang pikir..
Syukur lisan..
Gelombang gelisah pukul mundur tak bersisa..

Istrhtkan..
Damaikan..
Bukan menghindar...
Pembatas sengaja dibangun batasi ingin..

Senyumlah..
Pribadi siap tameng korbankan..
Masalahmu..selama mampu dan bisa..ringann bantu tanpa inginan..
Masalahku..cukup aku..

Senyumlah..kesal diri jika hilang..
Tersenyum saja...
Jangan biarkan hilang..
Cukup senyum saja..

pembatas

Jauh kasta gapai asa..
Materi bercetak tebal sebagai pembatas..
Edukasi tak seimbang..
Hanya pembantu..dan membantu..

Kuasamu ya rabb..
Tak ada sekat insha allah..
Kuat kan diri terobos pembatas..
Hanya sekat terasa jauh menebal dan melindungi diri..

Banyak asa yg dipinta..
Tak sesuai dengan sujud dikepala..

belati bertuan

Lagi sendiri...
menikmati rasa terpuruk ditikam belati bertuan...
Aksi yg didasari materi..
Manis senyum jadi sangkur yg menutupi..

Kesal diri kutuk kecerobohan..
Tak seperti biasa..kepercayaan noda akan kejadian..
Tak diharapkan memang..musibah bercetak tebal..
Tapi...kutuk diri melihat belati bertuan tertancap tajam...

Tajamkan lagi belati mu kawan..
Kalo tak ada malu yg kau punya..
Tancapkan..silahkan..
Sedalam dan berulang...
Kutuk diri senyum ekspresi yg ku hadirkan..

Tertikam belati bertuan atas nama kawan..
Silahkan..tak ada dendam..ku pastikan..
Percaya dan kepercayaan yg berkurang..

Minggu, 29 Maret 2015

buntu "ide"

diam,menatap terpaku deretan abjad yang dihadirkan keyboard didepan mata
tangan terpaku diatasnya,tak bergerak
deretan huruf yang dihadirkan terasa sangat membingungkan
terkantuk pikir yang dipaksakan tuk berpikir

waktu beranjak,detik demi detik terlewati
masih dengan posisi yang sama,tak berubah dan tetap tak beranjak

ah,sudahlah,cukupkan sampai disini
pikir tak memberikan pilihan atas apa yang dilakukan
menutup deretan huruf yang dihadirkan
menenangkan pikir yang kacau dengan ide yang menguap,melayang ntah kemana

Perjuangan sebuah daya juang

Meluap,daya juang sebuah perjuangan
Berjuang demi sebuah daya juang
Berjuang menggunakan daya juang demi sebuah perjuangan
Upaya daya juang mengangkat semangat perjuangan

Berjuang dalam sebuah perjuangan
Tak bertepi,hanya daya juang yang membantu berjuang
Tak terhingga,memupuk sebuah daya juang hingga membantu perjuangan
Berat uji,sandungan hati dan kaki dimentahkan daya juang demi perjuangan

daya juang dan perjuangan
kolerasi sempurna dari kata berjuang

Selasa, 24 Maret 2015

para munafik berdasi

Para munafik berdasi
Berdiri goyang diatas pondasi yang terbangun dari penipuan jati diri
Politik jadi tameng perlindungan diri
Ketika kuat menindas,ketika lemah muka melas penuh daki

Menjilat kanan dan kiri
Siapa kuat,berlindung sambil berteriak lantang dibelakang diri
Kuat melemah,jatuhkan dan angkat diri dgn argumentasi
Merasa berbuat baik tapi penuh dengan siasat harta pribadi

Para munafik berdasi
Tak mau menghadapi massa secara pribadi
Kendaraan pribadi berkaca hitam jadi pembatas diri
Diskusi dialam mimpi jadi tradisi

Mengaku bertanggung jawab atas apa yang dibebani
Ucap tak sesuai sikap itu sudah pasti
Ketok palu jadi lobi-lobi
Tak puas,angkat kaki dari diskusi

Munafik berdasi mencoba berdikari
Dedikasi tinggi dibuat dengan bantuan media televisi
Blusukan di ekspos demi membangun citra diri
Pura - pura ikhlas dengan sumpah serapah di dalam diri

media dan berita

Bebaskah media mengutarakan berita?bebas jawab demokrasi
Benarkah berita yang dihadirkan?akurat kata media
Imbangkah antara opini dan realita?berimbang dan seimbang slogan media
Pentingkah atau pengalihan isu belaka?sudah pasti penting kata media

Bingung,media dan berita mana yang ku percaya
Setiap media punya opini yang disulap jadi realita
Mimpi buruk rakyat sebenarnya media,berita pembelaan merubah paradigma
Media jadi pencitraan diri,pribadi,tak penting lagi tujuan utama

Buruk jadi baik ketika media mengambil sudut sebaliknya
Salah menjadi benar ketika realita kalah melawan opini ahli yang tak tau realita
Hasil poling contoh sederhana,setiap media punya kandidat kuat calon juara
Hak angket mimpi buruk penguasa yang dikompori oleh media

Media,pemimpinmu tegap berdiri mengaku indonesia raya
Apakah kau jadi alat untuk membuat berita?ku minta realita bukan rekayasa
Iya blang iya,jgan kau rubah dengan kata tidak karna itu menyesatkan semua
Pengalihan isu jangan lakukan untuk muslihat semua yang punya mata‎

Kamis, 26 Februari 2015

pohon

pembelajaran diri dari pohon
semakin tinggi,semakin lentur rangka menahan beban
semakin besar,semakin kuat pondasi tertanam
semakin rimbun kanopi,semakin banyak kehidupan di dasar yang terhidupi

banyak inang yang menghinggapi
tak terlalu berpengaruh terhadap pertumbuhan
angin yang berhembus
gemulai mengayun mengikuti irama

tumbuh selalu menghadap ke cahaya
ditepian jurang dan dijurang terdalam sekalipun
tumbuh selalu menghadap kecahaya
sumber kehidupan yang selalu memberi

ahhh,terimakasih pohon untuk pelajaran ini
kuat raga menanti beban
takkan ada uji emelbihi diri
semua memang dipersiapkan,terkadang diri terlalu angkuh berdiri

terimakasih pohon
atas pelajaran dan pengingat yang kau beri

selamat mendaki mimpi

selamat beristirahat dimalam yang menenangkan
ucapkan syukur atas pendakian kehidupan dengan aktivitas
tidurlah dengan lelap di kaki gunung mimpi
puncak lapas alhamdullilah ucapkan lah atas harimu

nyenyaklah dan bangunlah dengan fresh di esok hari
tenangkan pikirmu,istirahatkan
jangan biarkan pikir menganggu lelapnya tidurmu
biarkan semua kembali ke titik nol di imaji mu

rileks lah,nikamti setiap lekuk kehidupan yang diberi
basuhlah diri dengan syukur yang selalu menyelimuti
berbaringlah dengan santai
dan ucaplah syukur dan syukuri lagi hari ini

selamat mendaki mimpi
ucap lapas mengiringi tidur lelap mu
bertemu di puncak kenyataan disuatu hari kelak
harap diri

selamat mendaki mimpi
selamat beristirahat dan nyeyak sehingga fresh besok hari


bukan..bukan itu

sendiri bukan ku penyendiri
hanya tenang dan ingin mencurahkan apa yang kurasakan
bukan ku tak nyaman dengan kalian,bukan
hanya terkadang aku muak dengan cerita bodoh yang berulang

menjauh,tidak aku tidak seperti itu
bukan kah kita setiap hari berinteraksi?
hanya kegilaan kita dulu nampak berbeda dengan yang ku rasakan
bukan kah aku tak pernah memaksakan perubahan ku terhadap kalian?ku harap sebaliknya

berbedakah dunia kita sekarang kawan
gelap yang bergemerlap tak lagi cocok dengan ku
gelap yang menenangkan itu yang ku cari
bukan gelap yang menyilaukan setiap yang terlihat

sering dan terlalu sering kita bahas ini kawan
gemerlap itu hanya muslihat
ketika terang menghampiri bukan kah silau yang kau dapatkan?
aku hanya mempersiapkan diri menghadapi silau dengan pribadi

kawan,jalan kita sudah jalan yang kita pilih
bukan lagi jalan yang di arahkan
setiap langkah ada pertanggung jawaban
setiap tutur pasti dipertanyakan

maaf kawan,kita sudah pasti berkawan
bukan ku tak ingin mengikuti dunia mu
bukan kah dulu aku akrab juga dengan dunia itu
sekarang aku hanya merasa itu terlalu memuakan

bukan,bukan ku suci kawan
gemerlap itu sudah terlalu bodoh
gelap itu menenangkan kawan menurutku
terlalu bodoh jika kita merusaknya dengan gemerlap palsu yang fana itu

kembail

menjamah perlahan urutan keyboard merangkai kata
memulai lagi kehidupan dalam kotak yang menyenangkan imaji tak tebatas
keluhan yang tak terbalas
ocehan yang tak terbatas

menyelam kedalam imaji yang begitu damai
hembusan napas yang teratur
pikir yang tertuang tanpa perlu jaga hati
dirangkai kedalam tulisan imajiner tentang apa saja

setiap manusia punya kotak imaji
cara?bentuk?siapa yang tau satu dengan yang lainnya
kedamaian yang mendamaikan
dunia bentukan pikir yang sempurna

kotak imaji
aku kembali

ide

ide
memulai
jalankan
tetap berjalan

ide
tetap menjadi ide
pikirkan
tak ada pergerakan

ide
pikirkan
jalankan
kembangkan

ide
jalankan
pikirkan
akankan masih berjalan?

dan kembali
ke ide

Rabu, 14 Januari 2015

Jogyakarta dan puri bamboo

ku kembalii
ke kota dimana diri bertemu dengan pribadi
ke tempat dimana semua mimpi ku mulai
ke rumah dimana nikmatnya secangkir kopi jauh lebih nikmat dari pada tempat lainnya

makanan yang sama dengan ku rasa waktu perjuangan meraih toga
terasa jauh lebih enak karna bumbu rindu
saudara bercengkrama lirih,tertawa terbahak - bahak jadi penggiring yang setia
senang dan bersenang - senang sesungguhnya hanya disini

sambutan hangat sangat berkenan dihati
cara bercanda yang sama dengan suasana yang jauh lebih kurindukan
obrolan malam yang mengasah kemampuan berpikir masih dihadirkan
ahhhh,tetalah seperti ini lingkungan ku
biarkan orang-orang datang dan pergi, tetap lah nyaman dengan dekapmu

terlalu nyaman suasana ini ya rabb
seakan berat langkah melangkah pergi
apa suasana itu hanya bisa ku rasakan disini?
ahhhhh sudahlah,cukup sudah aku merindu

menikmati lagi kopi dengan nikmat
mengamati sekitar,mereka tertawa dengan cara yang sama
mereka berdiskusi malam dengan cara yang sama
dan saudara - saudara ku berjuang di depan keyboard yang tak terjamah
terimakasih ya raabb masih kau ijinkan aku untuk menikmati suasana ini

*sambil menikmati secangkir capucino hangat dan ikan bakar tanpa sambal di puri bamboo

Palsu dan Kepalsuan Dunia

Topeng berganti,
Rupa menawan menusuk diri
Omongan jadi belati ketika kata terhatur berprasangka bakti
Bidak di adu agar raja tersenyum puas dengan narasi

Silahturahim putus gara - gara lisan
Sang raja tertawa puas skenario berhasil di jalankan
Tahapan pendewasaan diri seperti uji tak bertepi
Lawan kesampingkan hati dan nurani

Ada raja yang kau kira mengayomi
menusukan belati berkarat dengan mendekapmu lebih erat
Entah apa yang dicari, Mati mu mungkin akhir dari uji
atau kah cacat dan terseok mu applause dari sang raja berdiri

Tak perlu cari dosa atas pribadi
Bukan ku suci,tidak,aku hanya muak dengan pribadi yang mengakui diri sebagai manusia berdedikasi
Ucap yang tak sesuai dengan tingkah
Manis tutur tak sesuai dengan belati yang memerah melumuri

Raja,Hadirkan sikap bijaksanamu menyikapi kondisi
Bidak memang umpan,diberi dan diarahkan
Tapi seberapa banyak bidakmu jatuh,berperang dan hendak kau korbankan "lagi"
Atau kau jauh lebih bahagia melihat bidakmu saling hantam?sementara musuh kerajaan mu tertawa girang menontong perang

siasat dan mensiasati
Raja,palsu mu hanya sedikit dari kepalsuan dunia
Tak perlu ku kira kau ingin di akui sebagai manusia
bukan kah kau raja?sadar diri dan kondisi,awasi setiap perjalanan pribadi,tak perlu palsu yang hanya mengotori