Rabu, 14 Januari 2015

Palsu dan Kepalsuan Dunia

Topeng berganti,
Rupa menawan menusuk diri
Omongan jadi belati ketika kata terhatur berprasangka bakti
Bidak di adu agar raja tersenyum puas dengan narasi

Silahturahim putus gara - gara lisan
Sang raja tertawa puas skenario berhasil di jalankan
Tahapan pendewasaan diri seperti uji tak bertepi
Lawan kesampingkan hati dan nurani

Ada raja yang kau kira mengayomi
menusukan belati berkarat dengan mendekapmu lebih erat
Entah apa yang dicari, Mati mu mungkin akhir dari uji
atau kah cacat dan terseok mu applause dari sang raja berdiri

Tak perlu cari dosa atas pribadi
Bukan ku suci,tidak,aku hanya muak dengan pribadi yang mengakui diri sebagai manusia berdedikasi
Ucap yang tak sesuai dengan tingkah
Manis tutur tak sesuai dengan belati yang memerah melumuri

Raja,Hadirkan sikap bijaksanamu menyikapi kondisi
Bidak memang umpan,diberi dan diarahkan
Tapi seberapa banyak bidakmu jatuh,berperang dan hendak kau korbankan "lagi"
Atau kau jauh lebih bahagia melihat bidakmu saling hantam?sementara musuh kerajaan mu tertawa girang menontong perang

siasat dan mensiasati
Raja,palsu mu hanya sedikit dari kepalsuan dunia
Tak perlu ku kira kau ingin di akui sebagai manusia
bukan kah kau raja?sadar diri dan kondisi,awasi setiap perjalanan pribadi,tak perlu palsu yang hanya mengotori

Tidak ada komentar:

Posting Komentar