Yeahhh...
Yeahhh...
Yeahhh...
Yeahhh...
Satu langkah sudah...
Mantapkan langkah kedua..ketiga dan seterusnya..
Amin...
Aminkan lah...
Dan teraminkan lah...
Terimakasih...
Moment teriak...
Aminkan lah...
Sabtu, 09 Januari 2016
Kamis, 07 Januari 2016
hari ini
Ku cukupkan hari ini dengan syukur...
Terimakasih jadi penutup yang sempurna...
Senyum kurekam dalam memori...
Tak kudustakan nikmat yang diberi...
Canggung suasana sebab perkata..
Tak apa...bukan kah kita mencoba memecah..
Ucap dan ucapan lebih tertata...
Meyakin kan jadi pekerjaan rumah yang harus dibina..
Selamat mendaki mimpi...
Ku tunggu pembahasan lanjutan tentang serius..
Senyum lah...jika hikang kutuk diri..
Utarakan..harap jika ada ganjalan dihati..
Selamat mendaki mimpi..lagi..
Semoga doa terdengar dilangit dari oenduduk tanah yang kadang suka meninggi..
Terimakasih jadi penutup yang sempurna...
Senyum kurekam dalam memori...
Tak kudustakan nikmat yang diberi...
Canggung suasana sebab perkata..
Tak apa...bukan kah kita mencoba memecah..
Ucap dan ucapan lebih tertata...
Meyakin kan jadi pekerjaan rumah yang harus dibina..
Selamat mendaki mimpi...
Ku tunggu pembahasan lanjutan tentang serius..
Senyum lah...jika hikang kutuk diri..
Utarakan..harap jika ada ganjalan dihati..
Selamat mendaki mimpi..lagi..
Semoga doa terdengar dilangit dari oenduduk tanah yang kadang suka meninggi..
air dan H2O
Dingin dan keras..
Sifat H2O dititik beku...
Menguap dan memanas...
Sifat H20 dititik didih..
Senyawa dengan molekul yang sama tapi beda perlakuan...
Seperi itulah kadan hidup sederhana menunjukan..
Sifat H2O dititik beku...
Menguap dan memanas...
Sifat H20 dititik didih..
Senyawa dengan molekul yang sama tapi beda perlakuan...
Seperi itulah kadan hidup sederhana menunjukan..
pertengahan dua kosong lima belas yang emosi
mendidih,membuat uap yang memenuhi rongga kepala
menahan agar tak meledak
mendinginkan dengan sugesti
menenangkan dengan statement
emosi dan marah
menahan emosi agar tak meluas jadi qaarah
aku hanya seorang yang belajar jadi manusia
emosi ku berusaha kontrol agar marah tak meluap
Dan sering ku tersadar
kosakata makian dan sikapku atas marah yang ku emosikan
ekspresi senyum dengan kepala mendidih
Luka menganga itu akibat tak terkendali
Lukai pribadi dan interkasi dengan emosi
Tenang lah...pikir batin
Emosi tak selesaikan musibah dan masalah yg terjalin
Senyum lah dengan tulus
Akhir kata..lukailah tubuh,hujamkan kata,belenggulah jiwa,usir emosi dari kepala
menahan agar tak meledak
mendinginkan dengan sugesti
menenangkan dengan statement
emosi dan marah
menahan emosi agar tak meluas jadi qaarah
aku hanya seorang yang belajar jadi manusia
emosi ku berusaha kontrol agar marah tak meluap
Dan sering ku tersadar
kosakata makian dan sikapku atas marah yang ku emosikan
ekspresi senyum dengan kepala mendidih
Luka menganga itu akibat tak terkendali
Lukai pribadi dan interkasi dengan emosi
Tenang lah...pikir batin
Emosi tak selesaikan musibah dan masalah yg terjalin
Senyum lah dengan tulus
Akhir kata..lukailah tubuh,hujamkan kata,belenggulah jiwa,usir emosi dari kepala
budak kecil
Budak kecil berlari seperti imaji..
Hantam ranjau paku..
Pukul perisai pertahanan...
Hadang pedang tebasan kematian..
Mimpi busuk tentang dunia yang penuh fantasi dibantai..
Interaksi bangkai berpakaian dasi dibabat...
Dipertanyakan letak pengajaran kemanusian...
Sementara...tumbal sebenarnya perasaan adalah dirinya...
Hakim ketuk palu di hantam godam..
Mengayun budak kecil penuh tenaga...
Dipertanyakan tentang nurani..
Lantas...bukan kah dirinya koban tirani..
Diam lah...itu saja pintanya...
Keheningan yg sementara ..
Hanya sementara saja...
Biarkan detak dan denyut yg menemaninya...
Sederhana saja pintanya...
Budak kecil pantang berbusung dada..
Karena perut sudah membusung dengan majunya..
Angkuh kata wibawa...
Bukan ini realita...
Inginkan kasur tipis berkalang busa...
Dipan papan rata terhatur didepan mata..
Tak apa...tidur bukan di kenyamanan bantahnya..
Mata menutup...biarkan mimpi yang menata...
Budak kecil berlari memegang kain kafan ditangannya..
Kuburkan saja...pinta lain dari dirinya...
Keheningan abadi...nanar ditatapnya...
Lubang tanah jadi tujuan selanjutnya..
Tak paham tak apa...
Sudah biasa..hiperbola itu kiasan..melebihkan...
Narasi itu alur...budak kecil yang tentukan...
Deskripsi setiap perjalanan...tolong kau jelaskan...
Hantam ranjau paku..
Pukul perisai pertahanan...
Hadang pedang tebasan kematian..
Mimpi busuk tentang dunia yang penuh fantasi dibantai..
Interaksi bangkai berpakaian dasi dibabat...
Dipertanyakan letak pengajaran kemanusian...
Sementara...tumbal sebenarnya perasaan adalah dirinya...
Hakim ketuk palu di hantam godam..
Mengayun budak kecil penuh tenaga...
Dipertanyakan tentang nurani..
Lantas...bukan kah dirinya koban tirani..
Diam lah...itu saja pintanya...
Keheningan yg sementara ..
Hanya sementara saja...
Biarkan detak dan denyut yg menemaninya...
Sederhana saja pintanya...
Budak kecil pantang berbusung dada..
Karena perut sudah membusung dengan majunya..
Angkuh kata wibawa...
Bukan ini realita...
Inginkan kasur tipis berkalang busa...
Dipan papan rata terhatur didepan mata..
Tak apa...tidur bukan di kenyamanan bantahnya..
Mata menutup...biarkan mimpi yang menata...
Budak kecil berlari memegang kain kafan ditangannya..
Kuburkan saja...pinta lain dari dirinya...
Keheningan abadi...nanar ditatapnya...
Lubang tanah jadi tujuan selanjutnya..
Tak paham tak apa...
Sudah biasa..hiperbola itu kiasan..melebihkan...
Narasi itu alur...budak kecil yang tentukan...
Deskripsi setiap perjalanan...tolong kau jelaskan...
pojok pikir
Kembali ke pojok pikir...
Dipojok pikir yg terlihat luas..
View bebas..mengamati...
Menganalisa ruangan pikir..
Awal selalu pertama...
Proses itu jalannya..
Akhir jadi tujuannya..
Pencapaian itu buah dari keringatnya..
Lika liku bonus dari sebuah perjalanan...
Tanjakan...kuatkan...
Turunan...cengkram kan...
Senyuman...itu harapan...
Lampu berkelip diatas kepala..
Menambah awas mata atas pojok yang terjaga..
Lihat lah...dunia ruang terasa besar bukan..
Pojok kadang jadi sebuah penyelesain..
Senyum lah...itu secercah..
Tawa...itu pemecah...
Daki lah..daki lah...ingat tengah bukan selalu seimbang...
Pojok kdang datang memberi jawaban..
Dipojok pikir yg terlihat luas..
View bebas..mengamati...
Menganalisa ruangan pikir..
Awal selalu pertama...
Proses itu jalannya..
Akhir jadi tujuannya..
Pencapaian itu buah dari keringatnya..
Lika liku bonus dari sebuah perjalanan...
Tanjakan...kuatkan...
Turunan...cengkram kan...
Senyuman...itu harapan...
Lampu berkelip diatas kepala..
Menambah awas mata atas pojok yang terjaga..
Lihat lah...dunia ruang terasa besar bukan..
Pojok kadang jadi sebuah penyelesain..
Senyum lah...itu secercah..
Tawa...itu pemecah...
Daki lah..daki lah...ingat tengah bukan selalu seimbang...
Pojok kdang datang memberi jawaban..
kopi dan hadapi
Kopi tak pernah menyembunyikan pahitnya..
Kopi tak pernah mengikari ampasnya..
Seperti masa lalu..
Yg tetap dibelakang walau sepanjang apapun jalan..
Tambahan gula hanya pelengkap..
Tak suka tak apa...nikmati pahitnya jadi kosukuensi..
Cangkir hanya pemanis mata...
Gelas seng khas narapida lebih mematangkan rasa...
Barista jadi semacam pengatur...
Tapi tenang...mrka buka tuhan yg menentukan...
Kita diberi pilihan..
Manis dan pahit tergantung kesenangan dan kenikmatan..
Semua tentang opsi...
Semua tentang opsi...
Semua tentang pilihan...
Lanjutkan dan hadapi...
Kopi tak pernah mengikari ampasnya..
Seperti masa lalu..
Yg tetap dibelakang walau sepanjang apapun jalan..
Tambahan gula hanya pelengkap..
Tak suka tak apa...nikmati pahitnya jadi kosukuensi..
Cangkir hanya pemanis mata...
Gelas seng khas narapida lebih mematangkan rasa...
Barista jadi semacam pengatur...
Tapi tenang...mrka buka tuhan yg menentukan...
Kita diberi pilihan..
Manis dan pahit tergantung kesenangan dan kenikmatan..
Semua tentang opsi...
Semua tentang opsi...
Semua tentang pilihan...
Lanjutkan dan hadapi...
draft
Draft....
Rahasia yang tak terbagi...
Publikasi ketika ready..
Revisi semacam keharusan agar presisi..
Kotak tempat mencari tahu..
Draft...
Kotak curahan yang sebenarnya..
Berakhir di draft...
Ketakutan menekan publish menambah daftar panjang draft..
Dan semua yang berisi curahan..berakhir di draft...
Rahasia yang tak terbagi...
Publikasi ketika ready..
Revisi semacam keharusan agar presisi..
Kotak tempat mencari tahu..
Draft...
Kotak curahan yang sebenarnya..
Berakhir di draft...
Ketakutan menekan publish menambah daftar panjang draft..
Dan semua yang berisi curahan..berakhir di draft...
Rabu, 06 Januari 2016
long time no see blog
Long time no see curahan..
Berdebukah.?atau mungkin sarang laba laba menghampirimu..
Maafkan..
Semoga berkenan..
Banyak cerita yg ingin ku bagi...
Tentang mimpi..
Tentang pikir yg menyelimuti..
Tentang hati..
Hahahaha..tuangkan saja katamu..
Aku tak pandai merangkai kata..
Aku hanya menulis menggunakan kosa kata yg k bisa..
Hahahaha..mulai saja ucapmu..
Jgan di tantang..aku pantang..
Monolog ku banyak berbuah dialog sekarang...
Kumulai...
Karna semua memang harus dimulai..
Berdebukah.?atau mungkin sarang laba laba menghampirimu..
Maafkan..
Semoga berkenan..
Banyak cerita yg ingin ku bagi...
Tentang mimpi..
Tentang pikir yg menyelimuti..
Tentang hati..
Hahahaha..tuangkan saja katamu..
Aku tak pandai merangkai kata..
Aku hanya menulis menggunakan kosa kata yg k bisa..
Hahahaha..mulai saja ucapmu..
Jgan di tantang..aku pantang..
Monolog ku banyak berbuah dialog sekarang...
Kumulai...
Karna semua memang harus dimulai..
Langganan:
Komentar (Atom)