Budak kecil berlari seperti imaji..
Hantam ranjau paku..
Pukul perisai pertahanan...
Hadang pedang tebasan kematian..
Mimpi busuk tentang dunia yang penuh fantasi dibantai..
Interaksi bangkai berpakaian dasi dibabat...
Dipertanyakan letak pengajaran kemanusian...
Sementara...tumbal sebenarnya perasaan adalah dirinya...
Hakim ketuk palu di hantam godam..
Mengayun budak kecil penuh tenaga...
Dipertanyakan tentang nurani..
Lantas...bukan kah dirinya koban tirani..
Diam lah...itu saja pintanya...
Keheningan yg sementara ..
Hanya sementara saja...
Biarkan detak dan denyut yg menemaninya...
Sederhana saja pintanya...
Budak kecil pantang berbusung dada..
Karena perut sudah membusung dengan majunya..
Angkuh kata wibawa...
Bukan ini realita...
Inginkan kasur tipis berkalang busa...
Dipan papan rata terhatur didepan mata..
Tak apa...tidur bukan di kenyamanan bantahnya..
Mata menutup...biarkan mimpi yang menata...
Budak kecil berlari memegang kain kafan ditangannya..
Kuburkan saja...pinta lain dari dirinya...
Keheningan abadi...nanar ditatapnya...
Lubang tanah jadi tujuan selanjutnya..
Tak paham tak apa...
Sudah biasa..hiperbola itu kiasan..melebihkan...
Narasi itu alur...budak kecil yang tentukan...
Deskripsi setiap perjalanan...tolong kau jelaskan...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar