pecah..hancur kepingan tak bersisa..
aku mengerti dan sangat mengerti..
cara terbaik beri bukti adalah bakti..
sangat mengerti dan ku pahami..
fikirku mengalir dengan pemahaman..
nalarku bentrok dengan pikiran..
memastikan baik baik saja akupun tak mampu..
khawatir hati...pengaruhi diri..
lihatlah...
aku tersenyum...
A...K...U...T...E...R...S...E...N...Y...U...M
berat uji...berat aku pikul...lebih berat yang kau panggul...
berikan lah kepada ku beban mu...
biar ku tampung..
kau cukup melangkah ringan dengan riangmu...
aku tak pandai mengatur kata dengan teratur..
aku tak pandai memberi kata positif dengan alur..
semoga kau mengerti..
lihat lah...aku kan terseyum...
tak usah kau fikir aku...dirimu prioritas di segala kondisi..
dan lihatlah...aku....dan senyum...
Minggu, 12 Februari 2017
Sabtu, 09 Januari 2016
09 01 2016 awal langkah...
Yeahhh...
Yeahhh...
Yeahhh...
Yeahhh...
Satu langkah sudah...
Mantapkan langkah kedua..ketiga dan seterusnya..
Amin...
Aminkan lah...
Dan teraminkan lah...
Terimakasih...
Moment teriak...
Aminkan lah...
Yeahhh...
Yeahhh...
Yeahhh...
Satu langkah sudah...
Mantapkan langkah kedua..ketiga dan seterusnya..
Amin...
Aminkan lah...
Dan teraminkan lah...
Terimakasih...
Moment teriak...
Aminkan lah...
Kamis, 07 Januari 2016
hari ini
Ku cukupkan hari ini dengan syukur...
Terimakasih jadi penutup yang sempurna...
Senyum kurekam dalam memori...
Tak kudustakan nikmat yang diberi...
Canggung suasana sebab perkata..
Tak apa...bukan kah kita mencoba memecah..
Ucap dan ucapan lebih tertata...
Meyakin kan jadi pekerjaan rumah yang harus dibina..
Selamat mendaki mimpi...
Ku tunggu pembahasan lanjutan tentang serius..
Senyum lah...jika hikang kutuk diri..
Utarakan..harap jika ada ganjalan dihati..
Selamat mendaki mimpi..lagi..
Semoga doa terdengar dilangit dari oenduduk tanah yang kadang suka meninggi..
Terimakasih jadi penutup yang sempurna...
Senyum kurekam dalam memori...
Tak kudustakan nikmat yang diberi...
Canggung suasana sebab perkata..
Tak apa...bukan kah kita mencoba memecah..
Ucap dan ucapan lebih tertata...
Meyakin kan jadi pekerjaan rumah yang harus dibina..
Selamat mendaki mimpi...
Ku tunggu pembahasan lanjutan tentang serius..
Senyum lah...jika hikang kutuk diri..
Utarakan..harap jika ada ganjalan dihati..
Selamat mendaki mimpi..lagi..
Semoga doa terdengar dilangit dari oenduduk tanah yang kadang suka meninggi..
air dan H2O
Dingin dan keras..
Sifat H2O dititik beku...
Menguap dan memanas...
Sifat H20 dititik didih..
Senyawa dengan molekul yang sama tapi beda perlakuan...
Seperi itulah kadan hidup sederhana menunjukan..
Sifat H2O dititik beku...
Menguap dan memanas...
Sifat H20 dititik didih..
Senyawa dengan molekul yang sama tapi beda perlakuan...
Seperi itulah kadan hidup sederhana menunjukan..
pertengahan dua kosong lima belas yang emosi
mendidih,membuat uap yang memenuhi rongga kepala
menahan agar tak meledak
mendinginkan dengan sugesti
menenangkan dengan statement
emosi dan marah
menahan emosi agar tak meluas jadi qaarah
aku hanya seorang yang belajar jadi manusia
emosi ku berusaha kontrol agar marah tak meluap
Dan sering ku tersadar
kosakata makian dan sikapku atas marah yang ku emosikan
ekspresi senyum dengan kepala mendidih
Luka menganga itu akibat tak terkendali
Lukai pribadi dan interkasi dengan emosi
Tenang lah...pikir batin
Emosi tak selesaikan musibah dan masalah yg terjalin
Senyum lah dengan tulus
Akhir kata..lukailah tubuh,hujamkan kata,belenggulah jiwa,usir emosi dari kepala
menahan agar tak meledak
mendinginkan dengan sugesti
menenangkan dengan statement
emosi dan marah
menahan emosi agar tak meluas jadi qaarah
aku hanya seorang yang belajar jadi manusia
emosi ku berusaha kontrol agar marah tak meluap
Dan sering ku tersadar
kosakata makian dan sikapku atas marah yang ku emosikan
ekspresi senyum dengan kepala mendidih
Luka menganga itu akibat tak terkendali
Lukai pribadi dan interkasi dengan emosi
Tenang lah...pikir batin
Emosi tak selesaikan musibah dan masalah yg terjalin
Senyum lah dengan tulus
Akhir kata..lukailah tubuh,hujamkan kata,belenggulah jiwa,usir emosi dari kepala
budak kecil
Budak kecil berlari seperti imaji..
Hantam ranjau paku..
Pukul perisai pertahanan...
Hadang pedang tebasan kematian..
Mimpi busuk tentang dunia yang penuh fantasi dibantai..
Interaksi bangkai berpakaian dasi dibabat...
Dipertanyakan letak pengajaran kemanusian...
Sementara...tumbal sebenarnya perasaan adalah dirinya...
Hakim ketuk palu di hantam godam..
Mengayun budak kecil penuh tenaga...
Dipertanyakan tentang nurani..
Lantas...bukan kah dirinya koban tirani..
Diam lah...itu saja pintanya...
Keheningan yg sementara ..
Hanya sementara saja...
Biarkan detak dan denyut yg menemaninya...
Sederhana saja pintanya...
Budak kecil pantang berbusung dada..
Karena perut sudah membusung dengan majunya..
Angkuh kata wibawa...
Bukan ini realita...
Inginkan kasur tipis berkalang busa...
Dipan papan rata terhatur didepan mata..
Tak apa...tidur bukan di kenyamanan bantahnya..
Mata menutup...biarkan mimpi yang menata...
Budak kecil berlari memegang kain kafan ditangannya..
Kuburkan saja...pinta lain dari dirinya...
Keheningan abadi...nanar ditatapnya...
Lubang tanah jadi tujuan selanjutnya..
Tak paham tak apa...
Sudah biasa..hiperbola itu kiasan..melebihkan...
Narasi itu alur...budak kecil yang tentukan...
Deskripsi setiap perjalanan...tolong kau jelaskan...
Hantam ranjau paku..
Pukul perisai pertahanan...
Hadang pedang tebasan kematian..
Mimpi busuk tentang dunia yang penuh fantasi dibantai..
Interaksi bangkai berpakaian dasi dibabat...
Dipertanyakan letak pengajaran kemanusian...
Sementara...tumbal sebenarnya perasaan adalah dirinya...
Hakim ketuk palu di hantam godam..
Mengayun budak kecil penuh tenaga...
Dipertanyakan tentang nurani..
Lantas...bukan kah dirinya koban tirani..
Diam lah...itu saja pintanya...
Keheningan yg sementara ..
Hanya sementara saja...
Biarkan detak dan denyut yg menemaninya...
Sederhana saja pintanya...
Budak kecil pantang berbusung dada..
Karena perut sudah membusung dengan majunya..
Angkuh kata wibawa...
Bukan ini realita...
Inginkan kasur tipis berkalang busa...
Dipan papan rata terhatur didepan mata..
Tak apa...tidur bukan di kenyamanan bantahnya..
Mata menutup...biarkan mimpi yang menata...
Budak kecil berlari memegang kain kafan ditangannya..
Kuburkan saja...pinta lain dari dirinya...
Keheningan abadi...nanar ditatapnya...
Lubang tanah jadi tujuan selanjutnya..
Tak paham tak apa...
Sudah biasa..hiperbola itu kiasan..melebihkan...
Narasi itu alur...budak kecil yang tentukan...
Deskripsi setiap perjalanan...tolong kau jelaskan...
pojok pikir
Kembali ke pojok pikir...
Dipojok pikir yg terlihat luas..
View bebas..mengamati...
Menganalisa ruangan pikir..
Awal selalu pertama...
Proses itu jalannya..
Akhir jadi tujuannya..
Pencapaian itu buah dari keringatnya..
Lika liku bonus dari sebuah perjalanan...
Tanjakan...kuatkan...
Turunan...cengkram kan...
Senyuman...itu harapan...
Lampu berkelip diatas kepala..
Menambah awas mata atas pojok yang terjaga..
Lihat lah...dunia ruang terasa besar bukan..
Pojok kadang jadi sebuah penyelesain..
Senyum lah...itu secercah..
Tawa...itu pemecah...
Daki lah..daki lah...ingat tengah bukan selalu seimbang...
Pojok kdang datang memberi jawaban..
Dipojok pikir yg terlihat luas..
View bebas..mengamati...
Menganalisa ruangan pikir..
Awal selalu pertama...
Proses itu jalannya..
Akhir jadi tujuannya..
Pencapaian itu buah dari keringatnya..
Lika liku bonus dari sebuah perjalanan...
Tanjakan...kuatkan...
Turunan...cengkram kan...
Senyuman...itu harapan...
Lampu berkelip diatas kepala..
Menambah awas mata atas pojok yang terjaga..
Lihat lah...dunia ruang terasa besar bukan..
Pojok kadang jadi sebuah penyelesain..
Senyum lah...itu secercah..
Tawa...itu pemecah...
Daki lah..daki lah...ingat tengah bukan selalu seimbang...
Pojok kdang datang memberi jawaban..
kopi dan hadapi
Kopi tak pernah menyembunyikan pahitnya..
Kopi tak pernah mengikari ampasnya..
Seperti masa lalu..
Yg tetap dibelakang walau sepanjang apapun jalan..
Tambahan gula hanya pelengkap..
Tak suka tak apa...nikmati pahitnya jadi kosukuensi..
Cangkir hanya pemanis mata...
Gelas seng khas narapida lebih mematangkan rasa...
Barista jadi semacam pengatur...
Tapi tenang...mrka buka tuhan yg menentukan...
Kita diberi pilihan..
Manis dan pahit tergantung kesenangan dan kenikmatan..
Semua tentang opsi...
Semua tentang opsi...
Semua tentang pilihan...
Lanjutkan dan hadapi...
Kopi tak pernah mengikari ampasnya..
Seperti masa lalu..
Yg tetap dibelakang walau sepanjang apapun jalan..
Tambahan gula hanya pelengkap..
Tak suka tak apa...nikmati pahitnya jadi kosukuensi..
Cangkir hanya pemanis mata...
Gelas seng khas narapida lebih mematangkan rasa...
Barista jadi semacam pengatur...
Tapi tenang...mrka buka tuhan yg menentukan...
Kita diberi pilihan..
Manis dan pahit tergantung kesenangan dan kenikmatan..
Semua tentang opsi...
Semua tentang opsi...
Semua tentang pilihan...
Lanjutkan dan hadapi...
draft
Draft....
Rahasia yang tak terbagi...
Publikasi ketika ready..
Revisi semacam keharusan agar presisi..
Kotak tempat mencari tahu..
Draft...
Kotak curahan yang sebenarnya..
Berakhir di draft...
Ketakutan menekan publish menambah daftar panjang draft..
Dan semua yang berisi curahan..berakhir di draft...
Rahasia yang tak terbagi...
Publikasi ketika ready..
Revisi semacam keharusan agar presisi..
Kotak tempat mencari tahu..
Draft...
Kotak curahan yang sebenarnya..
Berakhir di draft...
Ketakutan menekan publish menambah daftar panjang draft..
Dan semua yang berisi curahan..berakhir di draft...
Rabu, 06 Januari 2016
long time no see blog
Long time no see curahan..
Berdebukah.?atau mungkin sarang laba laba menghampirimu..
Maafkan..
Semoga berkenan..
Banyak cerita yg ingin ku bagi...
Tentang mimpi..
Tentang pikir yg menyelimuti..
Tentang hati..
Hahahaha..tuangkan saja katamu..
Aku tak pandai merangkai kata..
Aku hanya menulis menggunakan kosa kata yg k bisa..
Hahahaha..mulai saja ucapmu..
Jgan di tantang..aku pantang..
Monolog ku banyak berbuah dialog sekarang...
Kumulai...
Karna semua memang harus dimulai..
Berdebukah.?atau mungkin sarang laba laba menghampirimu..
Maafkan..
Semoga berkenan..
Banyak cerita yg ingin ku bagi...
Tentang mimpi..
Tentang pikir yg menyelimuti..
Tentang hati..
Hahahaha..tuangkan saja katamu..
Aku tak pandai merangkai kata..
Aku hanya menulis menggunakan kosa kata yg k bisa..
Hahahaha..mulai saja ucapmu..
Jgan di tantang..aku pantang..
Monolog ku banyak berbuah dialog sekarang...
Kumulai...
Karna semua memang harus dimulai..
Jumat, 24 Juli 2015
negara tapi
Di sini di indonesia ini
Semua peraturan begitu lengkapnya tapi.....
Di sini hukumnya begitu lengkap tapi.....
Di sini pemerintah yg sukanya merintah itu diisi oleh orang orang pilihan tapi.....
Ini negara tapi.....
Tapi begitu akrab di telinga masyarakatnya
Coba jadi kata favorit yang hanya jadi harapan
Percuma kata yang begitu senang di ucapkan
Ini negara tapi
Tidak ada keputusan yang tak pakai tapi
Semua keputusan mutlak tapiiiiiii
Dan inilah indonesiaku negara yang penuh dengan tapi
Semua peraturan begitu lengkapnya tapi.....
Di sini hukumnya begitu lengkap tapi.....
Di sini pemerintah yg sukanya merintah itu diisi oleh orang orang pilihan tapi.....
Ini negara tapi.....
Tapi begitu akrab di telinga masyarakatnya
Coba jadi kata favorit yang hanya jadi harapan
Percuma kata yang begitu senang di ucapkan
Ini negara tapi
Tidak ada keputusan yang tak pakai tapi
Semua keputusan mutlak tapiiiiiii
Dan inilah indonesiaku negara yang penuh dengan tapi
Senin, 06 Juli 2015
silahkan..
Tulisan..catatan..
Materi..isi..
Deskripsikan..penjelasan..
Akhir..tujuan..
Proses berkata ikutilah..
Tahapan..nikmati..
Meloncat jika pondasi daratan dan tumpuan kuat..
Jangan pernah menginjak..
Acak...tema...
Pilahlah..temukan..
Apa yg jadi motivasi mu.?
Jgan sekedar kebutuhan untuk hidup..
Catatan..tulisan..
Isi..materi..
Deskripsi..jelaskan..
Tujuan..akhir..
Senyum sujud dalam hati..
Materi..isi..
Deskripsikan..penjelasan..
Akhir..tujuan..
Proses berkata ikutilah..
Tahapan..nikmati..
Meloncat jika pondasi daratan dan tumpuan kuat..
Jangan pernah menginjak..
Acak...tema...
Pilahlah..temukan..
Apa yg jadi motivasi mu.?
Jgan sekedar kebutuhan untuk hidup..
Catatan..tulisan..
Isi..materi..
Deskripsi..jelaskan..
Tujuan..akhir..
Senyum sujud dalam hati..
mengamati
Larutkan pikir dalam pengamatan..
Mengamati..tanpa bersosialisasi..
Bukan apatis..
Hanya mengamati..melihat interaksi..
Yg penuh menjawab pendek dengan isi..
Jelas dan fakta..
Yg kosong melebar dan melempar..
Banyak kiasan dan prasangka..
Yg senang tertawa lepas..
Tak perduli dan menikmati..
Yg palsu tertawa kusam..
Topeng diri selimuti keadaan..
Diskusi..
Yg tenang lebih menang..
Melihat dan mengajukan argument dengan pikiran..
Yg gusar terlihat kalah..
Menerkam dan berkelit dengan emosi..
Beda..perbedaan..
Pengendalian diri..kendalikan emosi..
Lunak bukan berarti lemah..
Keras bukan berarti kuat..
Interaksi..mental diri..
Terimakasih malam dan masih mengamati..
Mengamati..tanpa bersosialisasi..
Bukan apatis..
Hanya mengamati..melihat interaksi..
Yg penuh menjawab pendek dengan isi..
Jelas dan fakta..
Yg kosong melebar dan melempar..
Banyak kiasan dan prasangka..
Yg senang tertawa lepas..
Tak perduli dan menikmati..
Yg palsu tertawa kusam..
Topeng diri selimuti keadaan..
Diskusi..
Yg tenang lebih menang..
Melihat dan mengajukan argument dengan pikiran..
Yg gusar terlihat kalah..
Menerkam dan berkelit dengan emosi..
Beda..perbedaan..
Pengendalian diri..kendalikan emosi..
Lunak bukan berarti lemah..
Keras bukan berarti kuat..
Interaksi..mental diri..
Terimakasih malam dan masih mengamati..
cukup senyum mu
Berdamai dengan diri..
Tenang pikir..
Syukur lisan..
Gelombang gelisah pukul mundur tak bersisa..
Istrhtkan..
Damaikan..
Bukan menghindar...
Pembatas sengaja dibangun batasi ingin..
Senyumlah..
Pribadi siap tameng korbankan..
Masalahmu..selama mampu dan bisa..ringann bantu tanpa inginan..
Masalahku..cukup aku..
Senyumlah..kesal diri jika hilang..
Tersenyum saja...
Jangan biarkan hilang..
Cukup senyum saja..
Tenang pikir..
Syukur lisan..
Gelombang gelisah pukul mundur tak bersisa..
Istrhtkan..
Damaikan..
Bukan menghindar...
Pembatas sengaja dibangun batasi ingin..
Senyumlah..
Pribadi siap tameng korbankan..
Masalahmu..selama mampu dan bisa..ringann bantu tanpa inginan..
Masalahku..cukup aku..
Senyumlah..kesal diri jika hilang..
Tersenyum saja...
Jangan biarkan hilang..
Cukup senyum saja..
pembatas
Jauh kasta gapai asa..
Materi bercetak tebal sebagai pembatas..
Edukasi tak seimbang..
Hanya pembantu..dan membantu..
Kuasamu ya rabb..
Tak ada sekat insha allah..
Kuat kan diri terobos pembatas..
Hanya sekat terasa jauh menebal dan melindungi diri..
Banyak asa yg dipinta..
Tak sesuai dengan sujud dikepala..
Materi bercetak tebal sebagai pembatas..
Edukasi tak seimbang..
Hanya pembantu..dan membantu..
Kuasamu ya rabb..
Tak ada sekat insha allah..
Kuat kan diri terobos pembatas..
Hanya sekat terasa jauh menebal dan melindungi diri..
Banyak asa yg dipinta..
Tak sesuai dengan sujud dikepala..
belati bertuan
Lagi sendiri...
menikmati rasa terpuruk ditikam belati bertuan...
Aksi yg didasari materi..
Manis senyum jadi sangkur yg menutupi..
Kesal diri kutuk kecerobohan..
Tak seperti biasa..kepercayaan noda akan kejadian..
Tak diharapkan memang..musibah bercetak tebal..
Tapi...kutuk diri melihat belati bertuan tertancap tajam...
Tajamkan lagi belati mu kawan..
Kalo tak ada malu yg kau punya..
Tancapkan..silahkan..
Sedalam dan berulang...
Kutuk diri senyum ekspresi yg ku hadirkan..
Tertikam belati bertuan atas nama kawan..
Silahkan..tak ada dendam..ku pastikan..
Percaya dan kepercayaan yg berkurang..
menikmati rasa terpuruk ditikam belati bertuan...
Aksi yg didasari materi..
Manis senyum jadi sangkur yg menutupi..
Kesal diri kutuk kecerobohan..
Tak seperti biasa..kepercayaan noda akan kejadian..
Tak diharapkan memang..musibah bercetak tebal..
Tapi...kutuk diri melihat belati bertuan tertancap tajam...
Tajamkan lagi belati mu kawan..
Kalo tak ada malu yg kau punya..
Tancapkan..silahkan..
Sedalam dan berulang...
Kutuk diri senyum ekspresi yg ku hadirkan..
Tertikam belati bertuan atas nama kawan..
Silahkan..tak ada dendam..ku pastikan..
Percaya dan kepercayaan yg berkurang..
Minggu, 29 Maret 2015
buntu "ide"
diam,menatap terpaku deretan abjad yang dihadirkan keyboard didepan mata
tangan terpaku diatasnya,tak bergerak
deretan huruf yang dihadirkan terasa sangat membingungkan
terkantuk pikir yang dipaksakan tuk berpikir
waktu beranjak,detik demi detik terlewati
masih dengan posisi yang sama,tak berubah dan tetap tak beranjak
ah,sudahlah,cukupkan sampai disini
pikir tak memberikan pilihan atas apa yang dilakukan
menutup deretan huruf yang dihadirkan
menenangkan pikir yang kacau dengan ide yang menguap,melayang ntah kemana
tangan terpaku diatasnya,tak bergerak
deretan huruf yang dihadirkan terasa sangat membingungkan
terkantuk pikir yang dipaksakan tuk berpikir
waktu beranjak,detik demi detik terlewati
masih dengan posisi yang sama,tak berubah dan tetap tak beranjak
ah,sudahlah,cukupkan sampai disini
pikir tak memberikan pilihan atas apa yang dilakukan
menutup deretan huruf yang dihadirkan
menenangkan pikir yang kacau dengan ide yang menguap,melayang ntah kemana
Perjuangan sebuah daya juang
Meluap,daya juang sebuah perjuangan
Berjuang demi sebuah daya juang
Berjuang menggunakan daya juang demi sebuah perjuangan
Upaya daya juang mengangkat semangat perjuangan
Berjuang dalam sebuah perjuangan
Tak bertepi,hanya daya juang yang membantu berjuang
Tak terhingga,memupuk sebuah daya juang hingga membantu perjuangan
Berat uji,sandungan hati dan kaki dimentahkan daya juang demi perjuangan
daya juang dan perjuangan
kolerasi sempurna dari kata berjuang
Berjuang demi sebuah daya juang
Berjuang menggunakan daya juang demi sebuah perjuangan
Upaya daya juang mengangkat semangat perjuangan
Berjuang dalam sebuah perjuangan
Tak bertepi,hanya daya juang yang membantu berjuang
Tak terhingga,memupuk sebuah daya juang hingga membantu perjuangan
Berat uji,sandungan hati dan kaki dimentahkan daya juang demi perjuangan
daya juang dan perjuangan
kolerasi sempurna dari kata berjuang
Selasa, 24 Maret 2015
para munafik berdasi
Para munafik berdasi
Berdiri goyang diatas pondasi yang terbangun dari penipuan jati diri
Politik jadi tameng perlindungan diri
Ketika kuat menindas,ketika lemah muka melas penuh daki
Menjilat kanan dan kiri
Siapa kuat,berlindung sambil berteriak lantang dibelakang diri
Kuat melemah,jatuhkan dan angkat diri dgn argumentasi
Merasa berbuat baik tapi penuh dengan siasat harta pribadi
Para munafik berdasi
Tak mau menghadapi massa secara pribadi
Kendaraan pribadi berkaca hitam jadi pembatas diri
Diskusi dialam mimpi jadi tradisi
Mengaku bertanggung jawab atas apa yang dibebani
Ucap tak sesuai sikap itu sudah pasti
Ketok palu jadi lobi-lobi
Tak puas,angkat kaki dari diskusi
Munafik berdasi mencoba berdikari
Dedikasi tinggi dibuat dengan bantuan media televisi
Blusukan di ekspos demi membangun citra diri
Pura - pura ikhlas dengan sumpah serapah di dalam diri
media dan berita
Bebaskah media mengutarakan berita?bebas jawab demokrasi
Benarkah berita yang dihadirkan?akurat kata media
Imbangkah antara opini dan realita?berimbang dan seimbang slogan media
Pentingkah atau pengalihan isu belaka?sudah pasti penting kata media
Bingung,media dan berita mana yang ku percaya
Setiap media punya opini yang disulap jadi realita
Mimpi buruk rakyat sebenarnya media,berita pembelaan merubah paradigma
Media jadi pencitraan diri,pribadi,tak penting lagi tujuan utama
Buruk jadi baik ketika media mengambil sudut sebaliknya
Salah menjadi benar ketika realita kalah melawan opini ahli yang tak tau realita
Hasil poling contoh sederhana,setiap media punya kandidat kuat calon juara
Hak angket mimpi buruk penguasa yang dikompori oleh media
Media,pemimpinmu tegap berdiri mengaku indonesia raya
Apakah kau jadi alat untuk membuat berita?ku minta realita bukan rekayasa
Iya blang iya,jgan kau rubah dengan kata tidak karna itu menyesatkan semua
Pengalihan isu jangan lakukan untuk muslihat semua yang punya mata
Langganan:
Postingan (Atom)