Selasa, 04 Februari 2014

Lewat secangkir kopi

secangkir kopi menyambut pagi
beradu dengan hawa dingin yang masih menyelimuti "pagi"
ditemani asap yang tersulut lewat sebatang kehangatan
masuk dengan nikmat,menghembuskan sejuta keluh kesah yang terbang bersama bayang

secangkir kopi hangat yang membuat cair suasana di pagi ini
lewat pahit nya kita berbagi tentang kesusahan yang selama ini kita lewati
lewat manisnya kita bersah kitama tertawa menertawakan tingkah bodoh kita
lewat hitamnya kita beadu di kelamnya malam yang kdang terlalu panjang untuk kita singkatkan

ya,lewat secangkir kopi
tawa dan air mata tersembunyi di dalam pekatnya
manis dan pahit tersimpan begitu rapi di balutan rasa yang di hadirkannya

ketika semua terlalu sibuk untuk menikmati secangkir kopi
ketika semua di kejar oleh rutinitas yang membunuh pagi
ketika semua merasa terlalu percuma untuk menyempatkan diri
kami bersyukur,karena nikmat secangkir kopi masih tersedia di pagi ini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar