Salam alami dari kalimantan yang dihaturkan masyarakat pribumi
Salam ini akan diikuti oleh narasi
Ya narasi tentang keindahan kalimantan yang begitu alami
Di sini semua serba alami
Jalan berkomposisi aspal, pasir, batu dan lumpur tercampur begitu rapi
Ketika musim kemarau datang jalan kami tertutup kabut alami, debu orang-orang menamai kabut alami kami
Jalan alami kami sangat menantang untuk dilewati ketika musim hujan menghampiri
Kuning kecoklatan warna jalan beraspal lumpur membutuhkan tingkat keahlian tinggi bagi yang melewati
Ku ingatkan lagi, disini semua begitu alami
Perusahaan listrik negara menambah suasana alami disini
Mereka mendukung suasana alami dengan cara membatasi pasokan listrik disini
Dalam sehari mungkin ada tiga atau empat kali mereka memutuskan listrik untuk menunjang kealamian dipulau ini
perusahaan besar banyak mencari nafkah disini
Dengan cara yang begitu alami
Gali, keruk sebanyak banyaknya dan biarkan sisanya begitu saja karena mereka mengerti,
disini
semua begitu alami jadi tidak perlu membuang dana untuk mengolah sisa
produksi, biarkan saja ya karena disini semua begitu alami
dan mari kesini
Kita mencari nafkah dipulau yang begitu ramah dan alami ini
ketika anda sudah merasa tidak ada lagi yang bisa di peras dari pulau ini
Silahkan angkat kaki, kami orang pribumi akan dengan senang hati menerima akibat dari pola produksi yang begitu alami
Dan itulah narasi tentang alami di kalimantan yang begitu indah ini
Tidak ada komentar:
Posting Komentar