Senin, 22 September 2014

kami dalam tanda kutip

kursi ada disekitar kami
lesehan tempat jauh lebih menarik dari kursi
bukan kami sombong tidak kami tidak seperti itu
hanya saja lantai menjadi dasar kalo kita sejajar

pakaian seadanya baju kaos dgn kemeja flanel
dibilang slengean dan acak acakan
kami bukan budak sytle yang pandai mengikuti trend pasar
kami hanya sekumpulan orang yang ingin selalu santai kaya di pantai dimana pun kami berada

selalu berkelompok dan bersalaman jika bertemu
kami bukan gengster yang ingin menunjukan identitas kelompok kami
kami hanya memberi contoh bagi kalian agar kalian tiru
indahnya kekeluargaan bukan nikmatnya individualis yang merasa kesepian

ketawa keras dan obrolan yang tak bermutu
ketawa keras kami karna kami bahagia tak menjadi manusia pabrikasi yang hanya mengikuti aturan
obrolan yang tak bermutu?pernahkah kalian coba untuk berbicara dengan kami?
coba ikuti,coba ajak berbicara pasti kau akan tau arah pembicaraan kami

tampang sangar dan watak yang keras
itu sekedar tampang yang diberikan tuhan ke kami,kami bersyukur,apakah kau akan mencela?urusanmu dengan tuhan yang pasti.
watak yang keras?ah terlalu vonis yang membabi buta
keras kami ada pada hal-hal tertentu yang menjadi identitas dan menjadi hak kami,urusan lain?tak ada sekumpulan manusia yang semelankolis kami

kami sekumpulan orang yang pernuh alasan
berbicara berlandaskan bukan omong kosong seperti yang pejabat lakukan
dianggap pembangkang karna tak meninginkan apa yang menjadi hak kami dirampas
coba kenali kami,sekumpulan orang yang berpikiran bebas dengan tanggung jawab yang di pertanggung jawabkan.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar