aku beruntung mempunyai banyak saudara lelaki
abang sapaan hangat yang sering terucap
dan ku panggil mereka abang -abang
karena ya memang jumlah mereka sangat banyak
ada kata - kata pengingat yang selalu terucap dari abang - abang ku
seperti
lelaki yang di pegang itu omongannya
ya memang,sebagai lelaki apa yang terucap itu yang di pertanggung jawabkan nanti
bahkan mereka jadi motivasi ketika mendaki
napas tak tertur, beban tambah berat
mereka berucap
itu pos selanjutnya sudah dekat, kelihatan dari sini
ketika kami merasa sudah tidak lagi cukup daya
mereka pasti berkata
ah segitu aja,katanya kuat,katanya bisa
paksakan pasti bisa
ketika jenuh akan kuliah menghampiri
malas tentu jadi opsi pasti
dengan nada yang pelan mereka berkata
kuliah lah woy,kasian orang tua kau banting tulang dikampung sana buat biaya
khilaf tentu sering menghampiri
ketika salah langkah yang dilakukan
ada peneguran yang dilakukan, dan abang - abang ku berkata
kenapa gak begini aja?coba kau pikir-pikir lagi
ketika hati mulai merasa tinggi
abang - abang ku menegur dengan berkata
kau memang abang - abang sekarang tapi ingat kau tetap adek aku
ahhhhhh
apa kabar kalian abang - abang aku?
masihkan diskusi kita tentang filosofi hidup itu menemani mu?
atau kah semua sudah tertelan rutinitas kesibukan yang begitu baku?
apa pun itu,kalian tetap abang-abang bagi ku
seseorang yang merindukan hangatnya diskusi bersama abang - abang teknik lingkungan
Mak sedihnya...
BalasHapus