Sabtu, 27 September 2014

Dasar dan temapt yang baru

Pernah kah kau ingin pergi ke suatu tempat yang baru?
Tempat yang benar benar dimana tidak ada seorang pun mengenalmu?
Tempat dimana nama kita,sikap kita,interaksi kita,semua mengenai diri kita di mulai dari nol lagi.
Tempat dimana latar belakang dan history masa lalu kita hanya jadi milik pirbadi.

Mungkin sebagian kita beranggapan itu terlalu bodoh
Terlalu pengecut hanya untuk pemutihan jati diri kita mengorbankan semua hal yg sudah kita bangun
Ntah itu reputasi,sosialisasi,interaksi,smua yang mungkin di tempat kita berada skrg hanya menjadi sampah
Semacam penilaian yang mungkin masih harus di pertimbangkan mungkin perlu direvisi.

Masihkah kita menjadi pribadi yang sekarang apa bila disana?
Masihkah kita bisa berinteraksi dan berkomunikasi seperti saat ini?
Atau?
Kita berubah menjadi pribadi baru yg kita anggap lebih baik?
Atau pula kita menjadi sebaliknya?
Pertanyaan tentang perubahan yangg cuman waktu bisa menjawabnya.

Semoga bukan hanya ada dalam imaji
semoga terwujudkan tuk dapat meringangkan langkah kaki ke dasar tempat yang baru lagi
Berubah atau tidak,resiko dan kosukuensi dari sebuah pilihan yang tidak bisa di elakan lagi
Yang terpenting berusaha agar semua di jalani sepenuh hati

Jumat, 26 September 2014

wakil "rakyat"

Bapak dan ibu wakil rakyat yang terhormat..
tak beratkah beban kerja mu jika di tambah dengan memilih kepala daerah yang memimpin kami?
bukan kah kerja mu sudah teramat berat?hingga banyak hal yang terjamah oleh mu..
biarkan kami membantu meringankan sedikit beban beratmu dengan memilih sendiri pemimpin daerah bagi kami..

wakli rakyat yang kami cintai..
apakah kalian mewakili kami sebagai indonesia?ijinkan aku bertanya
karna aku merasa kalian mewakili fraksi masing-masing yang sarat dengan kepentingan golongan
apakah partai mu lebih penting dari kami yang menjadi rakyat yang kau wakilkan itu?


wakil rakyat ku yang mewakili ku
sudah terlampau banyak hal yang kami wakilkan kepadamu
apakah pemilihan kepala daerah ini juga harus kami wakilkan kepada mu?
bisa jelaskan kepada kami alasan dan fakta yang mengharuskan itu

wakil rakyat ku yang manusiawi
pimpinan partai mu bukan tuhan dengan keputusan multak yang selalu benar
atau kau terlalu takut untuk menerjang arus untuk melawan fraksi mu?kami tak mewakilkan hak - hak kami kepada pengecut yang cuman bisa berkata iya.
atau kursi itu terlalu empuk bagi mu,hingga kau terlalu takut untuk kehilangan itu

sekarang kau kurangi hak kami,lagi dan lagi berita minor yang mengejutkan kami
awalnya pemimpin daerah tak menjadi pilihan kami
apakah besok kau juga menentukan pekerjaan apa yang pantas dengan kami?
atau mungkin suatu saat nanti kau akan mengeluarkan RUU mengenai apa yang bisa kami makan dan kami gunakan untuk tubuh kami?
atau kelak kau akan menetukan sekolah mana yang boleh dan tidak boleh kami sekolahi?

inikah demokrasi yang kau agungkan itu wahai wakil rakyatku
terlalu lama duduk di kursi empuk itu mengganggu akal sehat dan logika mu
coba dengar dan lihat orang yang kau wakilkan
adakan mereka merasa terwakilkan?jan terlalu lama menutup mata dan telinga mu wahai wakil rakyat ku

Selasa, 23 September 2014

diri,kami dan pribadi

Pola pikir kritis dengan imajinasi tentang keseragaman
Pengikut baku peraturan dengan sikap pemberontak tanggung
Mengkritik yang sama dan menganggap diri berbeda
Hanya berkumpul dengan 1 frame tapi mengaku heterogen

Nikmati proses mu kawan,hasil 1+1 itu memang dua
Tapi banyak cara menghasilkan angka 2, coba kau ambil kalkulator yang selalu terselip di tas mu,berapa 2 x 1,berapa 4 : 2
Hasil yang sama kan?apakah kita berbeda?
Sampaikan nalarmu dengan penjelasan ku kawan?

Kita saudara, kami menganggap kau seperti itu
Apakah cara kami berinteraksi tak berkenan d hatimu?
Hingga kau anggap kami sekumpulan badit yang gemar mengacau
Tunggu dlu,batasi pola pikir kritis mu, pikir lagi dengan rasional
Apakah kau cukup mengenal kami dan beradaptasi dengan lingkungan mu?
Atau kami yang terlalu kaku dengan interaksi jadul kami?

Berbisik dibelakang bukan sifat seorang pejuang
Bukan begitu kawan?ungkapkan kepada kami yang berbeda menurutmu agar bisa bergabung dengan kalian yang sama.
Introspeksi bisa dan biasa kami lakukan dengan diri
Jadi tegur mu perekat persaudaraan ini

Jangan kau paksa kami menjadi manusia pabrikasi seperti mu
Kami orang bebas yang punya prinsip seperti mu
Tapi kami bisa toleransi dengan membangun komunikasi
Kebersamaan yang kami berikan jika kurang berkenan utarakan maumu
Ajari dan tunjukan kami cara agar kita bisa bersama d kebersamaan ini
Kami akan menyesuaikan diri,ku harap kau pun sebaliknya dengam diri

Kebersamaan dan persaudaraan yang kami tawarkan tanpa syarat
Prilaku kami,pertanggung jawaban diri
Bukan kah kita bertoleransi??ocehmu jangan sebatas sindir tanpa tepi,kami tak pandai membaca makna tersurat
Ijinkan kami tuk berinteraksi,jangan menarik diri,kami hanya ingin bersaudara, tulus dan tak perlu kau prasangkai jika kau tak mengerti dan berinteraksi

Senin, 22 September 2014

kami dalam tanda kutip

kursi ada disekitar kami
lesehan tempat jauh lebih menarik dari kursi
bukan kami sombong tidak kami tidak seperti itu
hanya saja lantai menjadi dasar kalo kita sejajar

pakaian seadanya baju kaos dgn kemeja flanel
dibilang slengean dan acak acakan
kami bukan budak sytle yang pandai mengikuti trend pasar
kami hanya sekumpulan orang yang ingin selalu santai kaya di pantai dimana pun kami berada

selalu berkelompok dan bersalaman jika bertemu
kami bukan gengster yang ingin menunjukan identitas kelompok kami
kami hanya memberi contoh bagi kalian agar kalian tiru
indahnya kekeluargaan bukan nikmatnya individualis yang merasa kesepian

ketawa keras dan obrolan yang tak bermutu
ketawa keras kami karna kami bahagia tak menjadi manusia pabrikasi yang hanya mengikuti aturan
obrolan yang tak bermutu?pernahkah kalian coba untuk berbicara dengan kami?
coba ikuti,coba ajak berbicara pasti kau akan tau arah pembicaraan kami

tampang sangar dan watak yang keras
itu sekedar tampang yang diberikan tuhan ke kami,kami bersyukur,apakah kau akan mencela?urusanmu dengan tuhan yang pasti.
watak yang keras?ah terlalu vonis yang membabi buta
keras kami ada pada hal-hal tertentu yang menjadi identitas dan menjadi hak kami,urusan lain?tak ada sekumpulan manusia yang semelankolis kami

kami sekumpulan orang yang pernuh alasan
berbicara berlandaskan bukan omong kosong seperti yang pejabat lakukan
dianggap pembangkang karna tak meninginkan apa yang menjadi hak kami dirampas
coba kenali kami,sekumpulan orang yang berpikiran bebas dengan tanggung jawab yang di pertanggung jawabkan.



Senin, 15 September 2014

sisi

sisi wajah menampakan rupa
satu sisi terlihat seperti malaikat anggun penebar pesnoa
sisi lain kelam seolah topeng yang di buat dari bara yang berada di neraka
sisi yang berganti begitu cepat di tambah manis mulut yang mengatu kata begitu rapat

hati hati hasut
yang berhati hati dan mempunyai hati pun terhasut
termakan tipu daya hasutan yang begitu cepat berganti rupa
terhasut rayuan manis bibir penebar bisa

beginilah topeng kehidupan
saling tinjak dengan alasan materi yang diagungkan
begitu buas kah kau mengejar materi mu kawan?
hingga tali saudara pun runtuh akan hasut mu

kawan...
kerja kerasmu lebih akan terasa jikau kau lepas tabiat sisimu..
jangan kau kembangkan bakat bisamu..
sekarang mereka yang jadi korban,bisa jadi kau akan keracunan akan bisa yang kau kembangkan

Sabtu, 28 Juni 2014

aku titik

aku titik
kau penuh tanda seru
pengegasan
sebuah akhiran

aku titik
juang peluh hadirkan senyuman
kau tanya
penuh kekaguman

aku titik
di tempa cacian dan ejek akan sebuah kasta
tapi pejuang
perlu sebuah pembuktian

aku berubah jadi koma
penjeda yang kan membuktikan
2 kalimat berisi kata bisa di sambungkan dan di sinkronkan

dan ku hadirkan titik yang kan jadi penutup sebuah cerita

Selasa, 24 Juni 2014

lagi tentang gunung

sebetulnya rindu tapi ya memang rindu
malu bukan pilihan untuk mengungkapkannya
hanya keadaan yang belum memungingkan untuk menuntaskannya
kewajiban dan tanggung jawab di atas namakan sebagai pembelaan

kabut, ketinggian dan puncak sebagai bonus dari sebuah perjalanan

bukan puncak tertinggi yang ku harapkan
bukan sebuah penaklukan atas sebuah perjalanan
bukan gengsi tentang berapa puncak yang telah di tapaki
hanya sebuah perjalan dengan saudara,bercangkir cangkir kopi dan hati yang menjadi tenang karena alamnya

Aku rindu persaudaraan di atas MDPL

riuh napas yang tersengal oleh tanjakan
sakit ujung kaki yang mengerem karena turunan
kepala yang tertunduk oleh sebuah keagungan
bahu yang terasa pegal oleh logistik yang di persiapkan

Aku rindu perjalanan itu saudaraku

merengkuh subuh dengan persiapan menuju puncak tertinggi
menyiapkan logistik,membuat api,membangun shelter,
tak perlu koordinasi,karena semua tau apa yang harus dilakukan sesuai dengan kapasitas diri
istirahat dengan kehangatan,secangkir kopi penggirirng cerita,dan tertawa menikmati kebodohan

kapan kita melakukan perjalanan hati lagi saudara ku?
dengan orang sama,tempat yang sama,dan pasti dengan perjalanan yang berbeda